Avicena Ghulam Mahdi Al-Afghani - Aku dan hobiku

 

Hobiku adalah menembak/berburu dan adventure. Saya menyukai hobi ini sejak saya kelas 2 SMP, saat itu adalah hari HUT TNI dan ada pameran di lapangan rampal, saya datang ke pameran itu dan melihat banyak sekali senjata api yang dipamerkan, sejak saat itu saya mulai tertarik dengan senapan dan juga saya suka melihat film tentang sniper atau tentang perang. Hingga akhirnya saya pingin merasakan bagaimana rasanya menembak dan saya mengumpulkan uang untuk membeli sepucuk senapan angin seharga 850.000.

Saya mengerjakan hobi saya ketika hari libur saja atau saat waktu luang. Di waktu luang saya biasanya berlatih menembak target seperti botol yang diberi tanda untuk melatih ketepatan saya dalam membidik sasaran. Di hari libur biasanya saya melakukan kegiatan menembak dan juga adventure jadi kegiatan ini dilakukan di dalam hutan sambil berpetualang dan camping. saya berburu tidak sembarangan tapi juga melihat target buruan saya apakah dilindungi atau tidak, apakah hewan yang sudah dewasa atau masih kecil, apakah hewan tersebut populasinya terancam punah atau tidak , dll. tapi semenjak adanya pandemi covid-19 ini hobi saya jadi terhalang karena hutan dan gunung ditutup.

olahraga menembak mengharuskan saya untuk memfokuskan pandangan pada titik target demi melesatkan peluru secara tepat sasaran. jadi olahraga menembak ini juga melatih kemampuan otak untuk fokus dan konsentrasi. Hobi/olahraga menembak ini bisa dibilang sebagai obat penghilang stress.  Karena setiap kali saya menembakkan peluru dari senapan saya menuju ke sasaran, semua masalah dan pikiran yang selama ini terpendam di dalam diri saya akan tertumpah dalam setiap peluru yang saya tembakkan ke sasaran sehingga membuat saya lebih merasa lega. Manfaat positif lain dari hobi ini adalah membuat saya disiplin dalam menerapkan cara-cara menembak dengan benar sehingga nantinya saya mendapatkan hasil yang maksimal saat menembak. Mulai dari kuda-kuda yang harus benar,  ataupun cara bernafas yang tidak boleh terburu-buru karena dapat mempengaruhi tangan dan berakibat meleset sasaran. Hobi menembak juga mengajarkan saya untuk sabar. Kadang seorang penembak harus duduk berjam-jam hanya untuk menunggu sasarannya lewat. Dengan belajar sabar kita dapat mengontrol emosi.

Sekian dari saya Terima kasih



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rapor Semester 7 XIII KJIJ1

Softskill: pentingnya memiliki cita-cita atau target yang ingin dicapai